DARK OF ERA
"Ngapain sih demo² bikin macet doang?" Kata salah seorang.
Mereka coba bungkam kritik dengan sindiran, yg mereka sendiri lupa atau mungkin tutup mata bahwasanya setiap kehidupan kita dipenuhi dengan keputusan politik.
Biaya pendidikan, kesehatan, pangan, pajak dan lain sebagainya, itu semua tak lepas dari sebuah hasil kebijakan politik.
Mereka juga lupa bahwa negara ini dibangun dengan berdialog, bukan malah anti-kritik. Itu semua terpampang jelas setiap kali para demonstran turun kejalan untuk menyuarakan keluh kesah terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang tak pernah melibatkan rakyat.
Sosok pemimpin yang diharapkan hadir untuk mendengar, justru malah lari bersembunyi seolah rakyat adalah dept collector yang siap datang untuk merebut tahtanya.
Bukan cuma pandai bersembunyi tapi juga pandai bersandiwara seolah-olah dia "pemerintah" merasa paling terzolimi. Hanya bisa mengumpat dari sudut tempat, tanpa hadir untuk menemui rakyat.
Keputusan-keputusan dibuat tanpa melibatkan rakyat, melakukan rapat tersembunyi ditengah malam yang gelap, lalu mengesahkan dengan cepat seolah rakyat tak mencium gelagat dari para pengkhianat.
Tepat 11 Tahun silam Era kegelapan itu dimulai, dan kini kita masih akan merasakan sebuah era dari kegelapan.
Ketika kritik dibungkam, kebebasan berpendapat dirampas... maka apalagi yang bisa membuatmu merasa lega, lepas juga bebas mengekspresikan keluh kesahmu.
Komentar
Posting Komentar